Ini Tempat Wisata Anti-Mainstream di Vietnam

Berwisata selalu tak jauh dari kunjungan ke tempat populer. Di vietnam ada pariwisata anti-mainstream yang bosan travelers lewatkan, Hanoi Old Quarter.

Vietnam menjadi salah satu destinasi traveler Indonesia dan luar negeri lainnya demi berlibur di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura, Malaysia. Hanoi memang sebagai salah satu pilihan favorit para wisatawan mancanegara di Asia Tenggara lantaran daya pikatnya widata pantai dan surga rahasia bentangan hijau persawahannya yang tidak sedikit dijumpai di kawasan utara, delta sungai mekong di selatan hingga kota bersejarah Ho Chi Min City.

Sekadar info, rata-rata wisatawan asal Indonesia yang berwisata ke Vietnam mampu mencapai 5000 orang per bulannya, atau sekitar kurang lebih 70 ribu orang Indonesia dalam setahun. Traveling ke Vietnam itu melakukan dan mendominasi buat tujuan wisata. Baru setelah itu untuk urusan lainnya seperti bisnis dan berkunjung ke kerabat.

Menurut situs resmi Kepariwisataan Pemerintahan Vietnam, negara Vietnam menerima kedatangan dari seluruh dunia sebanyak paling sedikit 500.000 per bulan, atau sekitar 7 juta tiap tahunnya.

Pastinya mereka ingin merasakan seperti apa yang telah banyak ditulis oleh orang-orang baik dalam blog travel atau berita-berita pariwisata menarik diberbagai media. Tak sedikit juga mereka ingin tahu dengan pemasaran pariwisata dari pemerintah Vietnam akan beragam pilihan uniknya.

Perkotaan Hanoi memang sarat akan perolehan nilai sejarah dalam riwayat perjalanan orang Vietnam. Central kota Hanoi terdiri dari sejumlah wilayah yang tersusun dengan solid, dikenal sebagai Desa Hoan Kiem. Di distrik ini pula terdapat danau yang amat tersohor dan sarat akan nilai sejarah konstruksi kota, yakni Hoan Kiem Lake.

Desa ini dibatasi dam Sungai Merah di bagian timur, rute rel di bagian utara dan barat, dan batas selatannya ditandai dengan jalan Nguyen Du, Le Van Huu, dan Han Thuyen. Disekeliling kawasan itu pun bisa disebut Hanoi Old Quarter, atau daerah kota tua nya Vietnam. Anda juga bisa menyaksikan kehidupan asli kota Hanoi komplit dengan beberapa gedungnya yang terpengaruh oleh budaya China.

Poin-poin histori inilah yang mengakibatkan konstelansi kota Hanoi lebih memanifestasikan arsitektural China. Di kota Hanoi ini juga anda akan mendapati maraknya pengendara sepeda motor yang mengisi jalan-jalan didalam aktivitas warga kota tersebut yang pastinya berwarna sangat semrawut. Sungguh jadi sebuah keahlian yang berbeda saat anda menapaki jalan-jalan di kawasan Old Quarter.

Beberapa objek pariwisata Hanoi adalah sebuah destinasi wisata di Vietnam yang sarat dengan poin-poin sejarah. Hanoi adalah ibukota negara Vietnam yang masih tetap sangat kental mengatut sistem komunis. Sebuah kota yang bisa dikatakan sangat eksotik, tidak menampilkan kemewahan sama sekali. Selama berada disana Anda akan mendapati suasana ‘Pedesaan’ atau ‘Kampung’ yang berada di tengah kota tersebut.

Yup, bila ingin belanja disini, anda harus pinter-pinter pilih lokasi dan tentunya harus bisa menawar. Lantaran kawasan ini misalnya pasar dan banyak sekali produk yang dijual dengan beragam harga. Tak secuil pula banyak penjual nakal yang ingin meraup untung yang besar dari para pelancong atau traveler asing.

Terdapat satu toko yang kita kunjungi Phuc-Long di 50 Hang Gai, Hanoi di wilayah Kota Tua itu sendiri. Rupanya toko ini dulunya dikelola oleh orang Indonesia. Pekerjanya pula bisa sedikit mengerti gaya menulis melayu ataupun Indonesia. Dia menawarkan hampir seluruh barang dagangannya dengan biaya realtif murah. Terbukti setelah kawan-kawan saya menyapu nyaris sebagian perdagangan di sepanjang jalan itu. Hanya ditoko inilah tarifnya yang masuk diakal.

Bervariasi souvenir dan krating tangan khas Vietnam tersaji komplit dengan harga sangat murah. Diseberang jalannya juga disediakan toko kopi Vietnam yang di klaim mempunyai cita rasa yang baik dan berbeda. Usai puas berbelanja, gak usah langsung pergi. Anda bisa merasakan jajanan pinggir jalan yang enak dan tak mahal juga disini. Saya mencoba memakan Pho hidangan khas Vietnam lengkap dengan Cakue nya.

Ditengah-tengah terik mentari yang cukup panas di siang hari, kami pun mencoba minum es di sisi jalan. Usai merasakan pariwisata ke beberapa spot, kami juga makan siang dengan kuliner khas Vietnam di Old Quarter. Dikawasan ini memang ngetop ada berbagai restoran enak yang cukup dianjurkan di daerah kota tua. Seperti Bun Cha di Jalan Hang Manh (babi) dan Cha Ca La Vong di Jalan Cha Ca. Kalau tak ingin makan di restoran, banyak juga penjual yang menjual street food kok. Walau tak harus berlibur dan menkimati daerah wisata yang mainstream, Sesungguhnya Hanoi amat eksotik bagi para penggila sejarah. Masih banyak tempat-tempat istimewa di Hanoi yang patut Kamu jelajahi di lain waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.