Category: Info Bola

Suso yang Terlampau Bernilai buat Dilepas

No Comments
https://4.bp.blogspot.com/-Ut6DZSz2zqM/WOsFa2LC5CI/AAAAAAAARBg/z4_F51xWUJomqlf-TD0plU3xHZSDvkH3ACLcB/s1600/Suso%2Barms%2Braised.png

Penampilan AC Milan tidak jarang berbanding lurus dengan penampilan Suso di atas gelanggang.

Kala Suso tak berlaga baik, Milan pada umumnya kewalahan, dan begitu juga sebaliknya. Bintang ofensif yang memiliki anugerah teknik baik dan kaki sebelah kiri magis ini merupakan bintang yang kehadirannya amat penting.

Visi, assist, dribel dan long shot adalah sejumlah atribut utamanya. Ia jua punya kualitas set-piece yang tepat sasaran.

Lelaki dari Spanyol kelahiran 19 November 1993 ini merupakan salah satu pemain berposisi gelandang depan yang kreatif dan sekarang diakui menjadi satu dari sekian banyak striker yang beroperasi di sektor sayap paling baik di seantero Eropa.

Ia bisa mendikte tempo performa mau pun melakukan aksi kombinasi cepat dengan teman-temannya. Menurut penyataan banyak pengamat yang kami baca dari web berita bola, apabila dibiarkan bebas, ia bakal menghukum rival dengan goal ataupun umpannya.

Suso merupakan bintang luar biasa, yang bisa membuat perbedaan dengan teniknya. Seperti salah satu magician, ia bisa membuat ‘something’ dari ‘nothing’, dan ini menjadikannya bintang yang di atas rata-rata.

Ia merupakan bintang yang amat bernilai, terlampau bernilai buat dilepas.

Disia-siakan Liverpool – Jesus Joaquin Fernandez ataupun setingkat lebih tersohor dengan nama Suso, terlahir di Cadiz pada 1993 lalu.

Pada usia 11, Suso buat pertama kali latihan dengan tim sepak bola di kota kelahirannya. Di dalam kurun waktu 6 tahun, livescore melaporkan ia makin meningkat dan endingnya jadi pemain di akademi Cadiz.

Para pemandu talenta mulai memantau Suso, baik dari tim-tim elit Spanyol mau pun dari luar negara. Liverpool sukses memboyongnya menuju Inggris.

Suso awalnya bergabung akademi Liverpool dengan status dipinjamkan, sebab tidak cukup usia untuk mendapat ijin bekerja menjadi bintang profesional. Ia endingnya menandatangani kesepakatan kontrak profesional di Liverpool di usia 17, sebelum memenangi EURO U-19 bareng Spanyol pada 2012.

Karier Suso mengalami naik turun di Liverpool. Kualitasnya diakui oleh pelatih anyar Brendan Rodgers, yang memberikannya debut senior saat vs Young Boys di panggung Liga Europa. Tapi orang yang sama jugalah yang membatasi peluangnya untuk berlaga reguler di Anfield.

Pada bursa transfer musim panas tahun 2013, usai Rodgers mendaratkan Sturridge dan Coutinho, gerbang Suso menuju kesebelasan kunci pun tertutup rapat. Suso ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju Almeria di La Liga. Satu musim di negara asalnya, Suso balik lagi menuju Liverpool, namun ia berpikir jika ia sudah tidak memiliki masa depan lagi di sana.

Suso membiarkan kesepakatan kontraknya berakhir di Liverpool demi gabung tim lainnya. Sebelum kesepakatan kontraknya berakhir, sebuah pinangan hadir dari Negara Spaghetti.

Suso menandatangani kesepakatan kontrak 4 tahun dengan AC Milan. Dan laporan dari berita MotoGP mengabarkan Rossoneri menebus kompensasi €1, tiga juta pada Liverpool untuk menghentikan kesepakatan kontrak Suso setingkat lebih awal.

Kesepakatan kontrak Suso di Liverpool sebenarnya baru berakhir Juli 2015, namun Milan mau pun bintang yang bersangkutan tidak bersedia menanti sampai penghujung kampanye musim. Suso pun menambatkan hatinya di San Siro dan mendapat peluang untuk membangkitkan kariernya yang pernah mati.

Jadi Nyawa Milan – Sepanjang 2-3 kampanye musim terbaru merupakan waktu yang lumayan gelap sepanjang sejarah AC Milan. Rossoneri berkali-kali tidak berhasil finis di daerah Eropa di Serie A.

Kampanye musim 2014/15, bareng juru tak-tik Filippo Inzaghi, dan Suso baru saja gabung di musim dingin, Milan finis tempat sepuluh. Suso cuma mencatat 1 umpan di dalam 6 performa di seluruh turnamen.

Awal karier Suso di Milan memang tidak semulus asa – Kampanye musim selanjutnya, usai Sinisa Mihajlovic ditunjuk sebagai pengganti Inzaghi, Suso tidak berhasil mendapat posisi di starting XI Milan. Usai main cuma sekali di Serie A, Suso ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju Genoa.

Masih dari laporan situs Liga Inggris yang sama, bareng Genoa, Suso mendapat peluang setingkat lebih banyak untuk main reguler. Ia juga makin dapat beradaptasi dengan sepak bola Italia. 6 goal dan 1 umpan dicatat di dalam 19 performa untuk Genoa di Serie A.

Ini mencakup hat-trick di dalam kemenangan 4-0 vs Frosinone di Stadio Luigi Ferraris pada tiga April 2016.

Ini merupakan hattrick perdana di dalam karier profesional Suso. Ia jua jadi bintang Spanyol ke 2 yang menyarangkan hattrick di liga paling tinggi Italia, usai Luis Suarez untuk Inter Milan saat vs Genoa di tahun 1963.

Balik lagi menuju Milan, di mana tongkat kepelatihan telah beralih menuju tangan Vincenzo Montella, peruntungan Suso berubah. Main keren sepanjang pra-musim dan sejumlah pertandingan awal di Serie A 2016/17, Suso pun disebut menjadi bintang vital di Milan.

Montella memercayai Suso, dan Suso tidak menyia-nyiakannya – Suso mengatur goal yang menghantarkan tim menang Manuel Locatelli saat Milan menghajar Juventus buat pertama kali di dalam 4 tahun pada Oktober 2016. Sebulan kemudian, Suso jua berlaga luar biasa dan menyarangkan 2 skor di dalam derby vs Inter Milan yang berkesudahan 2-2.

Usai itu, disiarkan livescore Liga Inggris terupdate Suso juga memiliki peran penting saat menghajar Juventus via drama tembakan penalti pada laga pamungkas Supercoppa Italiana.

7 goal dan 9 umpan dibukukan Suso di liga. Bareng Giacomo Bonaventura, menurut rating WhoScored, Suso jadi 1 dari 3 bintang paling baik Milan di Serie A 2016/17.

Kampanye musim 2017/18 lalu, dengan 6 goal dan 7 umpannya, Suso jadi bintang paling baik Milan di Serie A. WhoScored memberikan Suso rating tujuh, 22, setingkat lebih tinggi dibanding-bandingkan teman-temannya.

Sepanjang bertahun-tahun terbaru, Milan telah 2 kali pindah pemilik dan 2-3 kali pindah juru tak-tik. Tapi Suso dengan cara konsisten makin menyatakan kehadirannya di tim Rossoneri. Ia telah jadi nyawa performa kesebelasan.

Suso mencatat 13 goal dan 17 umpan sepanjang dilatih Montella. Ia juga telah mencatat 8 goal dan 3 umpan di dalam 30 performa untuk Gennaro Gattuso, juru tak-tik Milan yang saat ini.

Pada 25 September 2017, Milan memberikan Suso pembaruan kesepakatan kontrak hingga 2022. Milan rupanya tidak bersedia kehilangan dirinya di dalam periode dekat.

Bintang Mengesankan – Sementara blog prediksi mengabarkan Suso pada umumnya dimainkan di sebelah kanan di dalam skema 3 bintang serang. Tapi, oleh Montella mau pun Gattuso, Suso diberikan lisensi dan kebebasan lebih untuk bergerak.

Suso di sebelah kanan bukanlah menjadi striker yang beroperasi di sektor sayap pada umumnya. Kala Milan tak tengah menguasai bola, ia memainkan peran kayak pemain sayap bayangan dan men-support mengerjakan pressing untuk menghalau rival membuat serangan dari belakang.

Tapi kala possession ada di tangan Milan, Suso menjadi ‘nomor 10’. Di dalam kondisi ini, pergerakan Suso menjadi setingkat lebih bervariasi. Ia dapat tetaplah di sebelah kanan dan menyisir sayap dengan dribelnya yang garang, namun jua dapat bergeser menuju central guna mendapat bola dan mengalirkannya menuju depan untuk para striker.

Ia merupakan bintang dengan kualitas mengesankan. Di samping ahli mengatur umpan, Suso jua piawai menyarangkan goal, khususnya dengan tendangan-tendangan jarah jauh dan free kick.

Milan cuma menebus €1, tiga juta untuk mendatangkannya dari Liverpool pada Januari 2015. Kini kabar terbaru dari situs Liga Champions mengatakan, nilainya telah melonjak tajam. Tarifnya sekarang ada di kisaran €35 juta hingga €40 juta, atau malahan dapat setingkat lebih expensive.

Ia merupakan bintang yang amat bernilai, terlampau bernilai buat dilepas.

Bantu Jerman Jadi Jawara Dunia, Goetze Malah Kesulitan

No Comments
Bantu Jerman Jadi Jawara Dunia, Goetze Malah Kesulitan

Melakoni hidup menjadi salahsatu legenda Jerman rupa-rupanya tak sederhana untuk Mario Goetze. Ia malah merasa kariernya menjadi sedikit sukar serta penuh rintangan sehabis 2014 kemarin.

Goetze memang adalah punggawa vital yang menolong Jerman memenangi Piala Dunia 2014 Brasil lalu. Ia masuk di penghujung fase ke-2, lalu seperti yang bisa kita lihat di livescore di fase tambahan sukses membikin 1 gol kemenangan di pertandingan final vs Argentina.

Sehabis itu, Goetze dipandang menjadi salahsatu punggawa besar. Tuntutan kepada penampilannya pun makin besar. Tapi ternyata untuk Goetze keadaan tersebut malah menyulitkannya.

Kariernya di tim pun makin turun, ia tak dapat main sensasional di Bayern Munchen lantas lalu mengambil keputusan balik menuju Borussia Dortmund. Di Dortmund, Goetze jua mengarungi masa yang sukar.

Menukil fourfourtwo, Goetze menerangkan jika ia sukar memenuhi tuntutan besar sejumlah orang. Menjadi penentu jawara dunia, Goetze dituntut agar berlaga sedikit sempurna, namun sebetulnya ia tak sebagus itu.

“Orang-orang mengira: ‘Sudah tuntas, ia (Goetze) takkan dapat mencapai tingkatannya lagi’,” tambah Goetze kepada prediksi bola.

“Lalu saya tanya diri sendiri: ‘level apakah? skor penentu di Piala Dunia?’ Ini benar, mencapai kelas itu kembali bakal amat sukar.”

Goetze juga mengatakan sukar di semua laga, karena ia dipaksa guna jadi punggawa inti yang sama seperti ketika menghantarkan Jerman jadi jawara.

“Standar jadi amat tinggi sebab skor Piala Dunia tersebut dan seluruh yang di bawahnya disebut jelek. Skor itu telah tertanam di benak banyak orang kemudian ini bukanlah hal-hal yang sederhana.”

“Jadi, saya tentu sukar dengan hubungan skor itu. Kerap dituntut di semua laga,” tandas Goetze.

Klose: Werner Dapat Jadi Ujung tombak Terbeken Dunia

No Comments
Klose: Werner Dapat Jadi Ujung tombak Terbeken Dunia

Suatu sanjungan yang besar dilayangkan Miroslav Klose pada Timo Werner. Klose meyakini jika juniornya tersebut mempunyai peluang yang besar guna jadi striker terbeken dunia.

Ujung tombak yang berumur 22 tahun tersebut memang namanya sedang melejit di Bundesliga. Dia sukses menghantarkan RB Leipzig jadi salahsatu team yang ditakutin di Bundesliga.

Penampilan sensasional Werner tersebut tak lepas dari atensi Joachim Loew. Loew memanggil sang ujung tombak buat membela Tim nasional Jerman di Piala Dunia 2018.

Klose memperkirakan jika juniornya tersebut mempunyai masa depan yang terang. “Werner merupakan punggawa remaja yang berpotensi,” tutur Klose pada Kicker yang dipublish ulang oleh prediksi pertandingan bola.

Klose menganggap Werner telah mempunyai hal yang diperlukan guna jadi striker paling beken dunia.

“TImo dapat jadi punggawa level dunia sebab dia mempunyai momentum berkelas.”

“Dia mempunyai kombinasi, sudut serangan dan penempatan dirinya berkelas. Tapi terdapat 1 hal yang tetap kurang dari dirinya, yakni ia tidak terkesan menjadi striker natural kayak Robert Lewandowski.”

Di dalam kesempatan yang sama, menurut livescore bola Klose memuji langkah yang diambil Loew memanggil Werner sebab dia percaya sang junior dapat tajam di Rusia esok.

“Tim ini memerlukan sorang striker. Mereka membutuhkan striker yang cepat kayak Timo Werner ataupun striker besar seperi Mario Gomez.”

“Tim ini telah mempunyai sejumlah punggawa besar di lini sayap, dan juga mereka membutuhkan punggawa yang memasukkan bola menuju gawang musuh.” tandas pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia ini.

3 Pesepakbola yang Sudah 1 Kesebelasan dengan Ronaldo, Messi serta Neymar

No Comments
3 Pesepakbola yang Sudah 1 Kesebelasan Dgn Ronaldo, Messi serta Neymar

Cristiano Ronaldo, Lionel Messi serta Neymar mungkin disebut ialah 3 pesepakbola paling baik di dunia pada waktu ini. Ke 3 mega bintang ini diharapkan mampu membawa negara asalnya memperoleh kesuksesan di Piala Dunia. Mereka bertiga begitu keren maka tidak heran bila ada beberapa pesepakbola yang pingin merumput 1 kesebelasan bersama mereka. Malahan Philippe Coutinho mengakui begitu terhormat mampu merumput bersama-sama Lionel Messi kala untuk pertama kalinya berlabuh ke Barcelona. Nelson Semedo kini berbagi ruang ganti bersama Messi di Barcelona serta Ronaldo di Portugal. Dirinya sekedar sebentar sharing ruang ganti dengan Neymar usai merapat ke Barcelona serta malahan mampu bertengkar dengan pesepakbola Brasil ini kala pramusim. Tetapi, mereka tidaklah sempat merumput bareng karena Neymar pergi dari Barcelona buat merapat ke PSG 1 atau 2 weekend berselang. Biarpun demikian, tersedia sekian banyak pesepakbola yang sudah memiliki pengalaman merumput bareng Messi, Ronaldo serta Neymar di dalam karirnya. Di bawah ini 3 pesepakbola yang sudah 1 kesebelasan bareng Messi, Ronaldo, serta Neymar sama seperti diberitakan prediksi bola.

Andre Gomes – Pesepekbola gelandang yang sudah genap berusia 24 tahun ini membela Barcelona semenjak 2016. Di Barcelona, dirinya merumput bersama Lionel Messi serta Neymar. Tetapi, kiprahnya dengan kesebelasan Catalan dapat usai pada saat jendela transfer musim ini dibuka. Biarpun Gomes tidaklah pesepakbola utama dari kesebelasan Barcelona di dalam 2 musim terakhir, dirinya menjuarai 4 piala di kesebelasan. Gomes pun ialah pesepakbola dari Portugal dengan 29 pertandingan atas namanya. Dirinya merumput bersama dengan Cristiano Ronaldo di Euro 2016 yang dimenangkan Portugal. Dirinya juga dijadikan sebagai bagian dari kesebelasan Portugal yang bertengger di tempat ke 3 di Piala Konfederasi pada kompetisi tahun yang lalu. Tetapi, kurangnya kans merumput pada saat kampanye musim ini membikin Gomes kehilangan tempatnya di kesebelasan Portugal buat Piala Dunia 2018.

Gerard Pique – Gerard Pique menimba ilmu di akademi La Masia serta mampu bersama dengan Lionel Messi di antara 2001 serta 2004. Dirinya pergi dari Spanyol buat merapat ke Manchester United pada 2004 serta di sinilah dirinya merumput bersamaan dengan Cristiano Ronaldo. Pique melintang di Manchester United sejauh 4 kampanye musim walau dirinya mampu berstatus pinjaman menuju ke Real Zaragoza sejauh 1 musim. Sejauh bertugas di Inggris, Pique menjuarai Premier League dan juga Liga Champions. Dan seperti berita yang kita bisa baca dari livescore, Pique datang lagi menuju ke Barcelona pada 2008 serta berhasil menjuarai beberapa penghargaan bersama dengan Lionel Messi. Sejauh periode ini dirinya juga merumput dengan Neymar pada saat pesepakbola Brasil ini bermain untuk tim Spanyol di antara 2013 serta 2017.

Angel di Maria – Andre Gomes serta Gerard Pique merumput dengan Messi serta Neymar sewaktu yang sama pada saat keempatnya melintang di Barcelona. Sebaliknya, Angel Di Maria, merumput bareng ke 3 pesepakbola ini dari kesebelasan yang beda. Di Maria merumput reguler bersama Lionel Messi di Argentina usai dirinya menjalankan debut pada tahun 2008. Messi dengan caps 124 pertandingan serta Di Maria dengan 94 pertandingan serta punya jumlah permainan terbanyak ketiga serta tujuh buat Albiceleste. Pesepakbola yang sudah berusia 30 tahun ini merumput bersama Ronaldo pada saat di Real Madrid di antara musim 2010 serta 2014. Ke 2 pesepakbola ini punya koneksi yang fantastis, serta di dalam 4 tahun di sana, mampu menjuarai beberapa trofi. Usai pergi dari Real Madrid, Di Maria menghabiskan 1 musim di Manchester United sampai merapat ke teamnya pada waktu ini, PSG. Dirinya kini bertindak sebagai kawan setim Neymar di kesebelasan Paris usai pesepakbola Brasil ini melewati rekor transfer dunia pada jendela transfer tahun yang lalu.