Author: Ryan Odin

Shaqiri Bahagia Dapat Kembali menuju Liga Champions

No Comments

Pemain berposisi gelandang Liverpool, Xherdan Shaqiri, mengakui amat bahagia sebab akhirnya dapat balik lagi bertanding di Liga Champions kampanye musim ini. Dia amat senang bisa balik lagi ke Liga Champions usai tidak ikut serta selama beberapa tahun karena membela Stoke City.

Selama 3 musim memperkuat Stoke, Shaqiri terus tidak berhasil menuju ke turnamen Eropa. Malahan, musim kemarin upaya kerasnya tidak membuahkan apa pun sebab The Potters mesti turun kasta usai main jelek selama kampanye musim 2017-18.

“Saya merasa bahagia bisa kembali menuju Liga Champions. Aku terus mau berlaga di turnamen itu. Aku merasa senang sebab bisa ada pada level sekarang ini usai apa yang berlaku bareng Stoke musim kemarin. Aku punya impian buat mengangkat trofi bareng Liverpool,” kata Shaqiri dilansir melalui website resmi Liverpool.

Pada awal kampanye musim ini, bintang dari Swiss ini amat jarang mendapat menit berlaga dari Jurgen Klopp. Tapi, hal itu sekarang berubah. Klopp mulai mempercayainya buat berlaga menjadi opsi dari Mohamed Salah atau Sadio Mane pada sektor depan The Reds.

“Pada awalnya, aku berpikir sulit buat menyadari apakah yang dibutuhkan oleh manajer. Tapi, kini aku telah menyadari dan akan menginterpretasikannya di atas rumput hijau. Kini manajer mulai setingkat lebih rutin menurunkan Ku dan aku merasa amat bahagia,” cetus bintang 27 tahun tersebut.

Shaqiri adalah satu dari sekian banyak punggawa Bayern Munich yang sukses mengangkat trofi Liga Champions pada kampanye musim 2012-13 silam. Tapi, kurangnya menit bertanding yang dia dapatkan di Jerman menjadikannya mesti pindah ke Inter Milan serta lantas ke Stoke City.

Real Madrid Tumbang Lagi, Lopetegui Menjadi Sasaran Dosa Perez

No Comments

Real Madrid tidak dapat menghindar melalui krisis setelah kalah 1-2 dari Levante di matchday kesembilan Liga Spanyol, Sabtu (20/10).

Pencapaian itu membikin Real Madrid tidak berhasil mendapat hasil positif di dalam 5 pertandingan terbaru yang mereka lakoni di seluruh turnamen.

Jabatan juru tak-tik Real Madrid, Julen Lopetegui, mulai terancam bersama rentetan pencapaian jelek itu.

Keterpurukan Real Madrid di awal kompetisi musim ini bukanlah salah Lopetegui sepenuhnya.

Dikutip BolaSport. com dari Marca, krisis itu telah mulai tercium semenjak musim kemarin kala Real Madrid tengah diasuh oleh Zinedine Zidane.

Real Madrid musim kemarin menjual beberapa pemain vital kayak Alvaro Morata serta James Rodriguez, namun tidak mendaratkan suksesor yang setara.

Kompetisi musim ini, Real Madrid ditinggal superstar mereka, Cristiano Ronaldo, yang memutuskan pindah ke Juventus.

Tapi, Orang nomor 1 di Real Madrid, Florentino Perez, memutuskan tidak merekrut pemain bintang baru dengan alasan Karim Benzema, Gareth Bale, dan Vinicius Junior bisa mengisi tempat Ronaldo.

Ke 3 bintang itu kenyataannya tidak bisa memegang konsistensi performa.

Di dalam 5 pertandingan terbaru, Real Madrid cuma bisa menyarangkan 1 goal serta telah kemasukan 7 goal.

Keengganan Real Madrid guna mendaratkan bintang-bintang di musim ini membikin mereka terseok-seok di seluruh turnamen.

Tahan Imbang Timnas Indonesia, Media Hong Kong Apresiasi Sang Manajer

No Comments

Pencapaian draw 1-1 timnas (timnas) Indonesia melawan tim nasional Hong Kong di pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi di Selasa (16/10-2018) ikut dilansir oleh wartawan asing.

Wartawan domestik Hong Kong, South China Morning Post (SCMP) ikut mewartakan pencapaian seri pertandingan persahabatan tim nasional Indonesia.

Kesebelasan Garuda diharuskan main seri 1-1 kala melawan Hong Kong di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi di Selasa (16/10/2018).

Di dalam rilis baru SCMP mengatakan pencapaian seri itu menjadi wujud tanggung jawab dari juru tak-tik Hong Kong, Gary White.

“Pelatih Gary White menepati janji dengan memberikan pencapaian yang baik kala Hong Kong menahan seri Indonesia dengan 1-1 di partai friendly, ” klaim wartawan itu di artikel keduanya.

Sesungguhnya, White pernah berjanji jika para pemainnya bakal menyarangkan goal kala bertemu Indonesia.

Hal itu tidak lepas dari ketidakmampuan Hong Kong kala dibantai dengan Thailand dengan score 0-1 pada Stadion Mong Kok, Hong Kong di 11 Oktober 2018.

White juga mengakui senang dengan pencapaian seri melawan tim nasional Indonesia.

“Pertandingan itu merupakan laga yang amat menantang serta amat bagus. Aku kira kami sukses menggunakan kesempatan dengan bagus dibawah penguasaan rival. Aku kira itu amat bagus buat team saya, ” kata White seperti dilansir BolaSport. com melalui scmp di Rabu (17/10/2018).

Indonesia memang bisa memimpin terlebih dahulu melewati goal sundulan Alberto Goncalves saat laga sudah berjalan hingga menit ke-39.

Sebelum endingnya bek Hong Kong, Festus Baise memaksakan skor jadi imbang juga melewati sundulan saat laga sudah berjalan hingga menit 69.

Pemain bertahan kelahiran Nigeria ini juga berhasil mengandaskan kemenangan Indonesia di pertandingan persahabatan itu.

Pencapaian itu juga jadi bahan evaluasi tim nasional Indonesia menyambut gelaran Piala AFF 2018.

Kapan Terakhir Kali Arsenal Catat 8 Kemenangan Beruntun?

No Comments

Arsenal tengah mendapatkan tren bagus berbekal koleksi 8 hasil positif berturut-turut di sejumlah turnamen. Rekor itu baru saja terjadi lagi usai 3 musim berlalu.

Arsenal melakoni 8 laga teranyar dengan hasil positif tanpa putus.

The Gunners mengawalinya dengan keunggulan 3-1 atas West Ham United di Liga Premier Inggris (25/8).

Berikutnya, Mesut Ozil serta rekan-rekannya tidak henti mengeruk hasil positif atas Cardiff City 3-2, Newcastle United 2-1, Vorskla Poltava 4-2, Everton 2-0, Brentford 3-1, Watford 2-0, serta Qarabag 3-0.

Rangkaian kejayaan itu berlangsung usai Arsenal menjalani start buruk dengan 2 hasil negatif berturut-turut dari Manchester City (0-2) serta Chelsea (2-3).

Sebagaimana dilansir BolaSport. com dari Sky Sports, prestasi sebesar itu langka sebab terakhir kali diraih Arsenal pada bulan April 2015 lalu.

Saat ini, Arsenal di bawah bimbingan Wenger sampai merentangkan rekor jadi 9 hasil positif berturut-turut di antara waktu 1 Maret-18 April 2015.

Streak luar biasa itu Berawal dari hasil positif atas Everton 2-0, silam mengalahkan QPR 2-1, Manchester United 2-1, West Ham 3-0, AS Monaco 2-0, Newcastle 2-1, Liverpool 4-1, Burnley 1-0, serta Reading 2-1.

Tren hasil positif berturut-turut terhenti saat Arsenal menjalani derbi London versus Chelsea yang usai 0-0 (26/4).

Sekarang, Arsenal berpotensi menajamkan rekor menuju ke hasil positif ke 9 tanpa putus layaknya 3 musim lalu kala melawan wakil lainnya London, Fulham, Minggu (7/10).

 

Suso yang Terlampau Bernilai buat Dilepas

No Comments
https://4.bp.blogspot.com/-Ut6DZSz2zqM/WOsFa2LC5CI/AAAAAAAARBg/z4_F51xWUJomqlf-TD0plU3xHZSDvkH3ACLcB/s1600/Suso%2Barms%2Braised.png

Penampilan AC Milan tidak jarang berbanding lurus dengan penampilan Suso di atas gelanggang.

Kala Suso tak berlaga baik, Milan pada umumnya kewalahan, dan begitu juga sebaliknya. Bintang ofensif yang memiliki anugerah teknik baik dan kaki sebelah kiri magis ini merupakan bintang yang kehadirannya amat penting.

Visi, assist, dribel dan long shot adalah sejumlah atribut utamanya. Ia jua punya kualitas set-piece yang tepat sasaran.

Lelaki dari Spanyol kelahiran 19 November 1993 ini merupakan salah satu pemain berposisi gelandang depan yang kreatif dan sekarang diakui menjadi satu dari sekian banyak striker yang beroperasi di sektor sayap paling baik di seantero Eropa.

Ia bisa mendikte tempo performa mau pun melakukan aksi kombinasi cepat dengan teman-temannya. Menurut penyataan banyak pengamat yang kami baca dari web berita bola, apabila dibiarkan bebas, ia bakal menghukum rival dengan goal ataupun umpannya.

Suso merupakan bintang luar biasa, yang bisa membuat perbedaan dengan teniknya. Seperti salah satu magician, ia bisa membuat ‘something’ dari ‘nothing’, dan ini menjadikannya bintang yang di atas rata-rata.

Ia merupakan bintang yang amat bernilai, terlampau bernilai buat dilepas.

Disia-siakan Liverpool – Jesus Joaquin Fernandez ataupun setingkat lebih tersohor dengan nama Suso, terlahir di Cadiz pada 1993 lalu.

Pada usia 11, Suso buat pertama kali latihan dengan tim sepak bola di kota kelahirannya. Di dalam kurun waktu 6 tahun, livescore melaporkan ia makin meningkat dan endingnya jadi pemain di akademi Cadiz.

Para pemandu talenta mulai memantau Suso, baik dari tim-tim elit Spanyol mau pun dari luar negara. Liverpool sukses memboyongnya menuju Inggris.

Suso awalnya bergabung akademi Liverpool dengan status dipinjamkan, sebab tidak cukup usia untuk mendapat ijin bekerja menjadi bintang profesional. Ia endingnya menandatangani kesepakatan kontrak profesional di Liverpool di usia 17, sebelum memenangi EURO U-19 bareng Spanyol pada 2012.

Karier Suso mengalami naik turun di Liverpool. Kualitasnya diakui oleh pelatih anyar Brendan Rodgers, yang memberikannya debut senior saat vs Young Boys di panggung Liga Europa. Tapi orang yang sama jugalah yang membatasi peluangnya untuk berlaga reguler di Anfield.

Pada bursa transfer musim panas tahun 2013, usai Rodgers mendaratkan Sturridge dan Coutinho, gerbang Suso menuju kesebelasan kunci pun tertutup rapat. Suso ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju Almeria di La Liga. Satu musim di negara asalnya, Suso balik lagi menuju Liverpool, namun ia berpikir jika ia sudah tidak memiliki masa depan lagi di sana.

Suso membiarkan kesepakatan kontraknya berakhir di Liverpool demi gabung tim lainnya. Sebelum kesepakatan kontraknya berakhir, sebuah pinangan hadir dari Negara Spaghetti.

Suso menandatangani kesepakatan kontrak 4 tahun dengan AC Milan. Dan laporan dari berita MotoGP mengabarkan Rossoneri menebus kompensasi €1, tiga juta pada Liverpool untuk menghentikan kesepakatan kontrak Suso setingkat lebih awal.

Kesepakatan kontrak Suso di Liverpool sebenarnya baru berakhir Juli 2015, namun Milan mau pun bintang yang bersangkutan tidak bersedia menanti sampai penghujung kampanye musim. Suso pun menambatkan hatinya di San Siro dan mendapat peluang untuk membangkitkan kariernya yang pernah mati.

Jadi Nyawa Milan – Sepanjang 2-3 kampanye musim terbaru merupakan waktu yang lumayan gelap sepanjang sejarah AC Milan. Rossoneri berkali-kali tidak berhasil finis di daerah Eropa di Serie A.

Kampanye musim 2014/15, bareng juru tak-tik Filippo Inzaghi, dan Suso baru saja gabung di musim dingin, Milan finis tempat sepuluh. Suso cuma mencatat 1 umpan di dalam 6 performa di seluruh turnamen.

Awal karier Suso di Milan memang tidak semulus asa – Kampanye musim selanjutnya, usai Sinisa Mihajlovic ditunjuk sebagai pengganti Inzaghi, Suso tidak berhasil mendapat posisi di starting XI Milan. Usai main cuma sekali di Serie A, Suso ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju Genoa.

Masih dari laporan situs Liga Inggris yang sama, bareng Genoa, Suso mendapat peluang setingkat lebih banyak untuk main reguler. Ia juga makin dapat beradaptasi dengan sepak bola Italia. 6 goal dan 1 umpan dicatat di dalam 19 performa untuk Genoa di Serie A.

Ini mencakup hat-trick di dalam kemenangan 4-0 vs Frosinone di Stadio Luigi Ferraris pada tiga April 2016.

Ini merupakan hattrick perdana di dalam karier profesional Suso. Ia jua jadi bintang Spanyol ke 2 yang menyarangkan hattrick di liga paling tinggi Italia, usai Luis Suarez untuk Inter Milan saat vs Genoa di tahun 1963.

Balik lagi menuju Milan, di mana tongkat kepelatihan telah beralih menuju tangan Vincenzo Montella, peruntungan Suso berubah. Main keren sepanjang pra-musim dan sejumlah pertandingan awal di Serie A 2016/17, Suso pun disebut menjadi bintang vital di Milan.

Montella memercayai Suso, dan Suso tidak menyia-nyiakannya – Suso mengatur goal yang menghantarkan tim menang Manuel Locatelli saat Milan menghajar Juventus buat pertama kali di dalam 4 tahun pada Oktober 2016. Sebulan kemudian, Suso jua berlaga luar biasa dan menyarangkan 2 skor di dalam derby vs Inter Milan yang berkesudahan 2-2.

Usai itu, disiarkan livescore Liga Inggris terupdate Suso juga memiliki peran penting saat menghajar Juventus via drama tembakan penalti pada laga pamungkas Supercoppa Italiana.

7 goal dan 9 umpan dibukukan Suso di liga. Bareng Giacomo Bonaventura, menurut rating WhoScored, Suso jadi 1 dari 3 bintang paling baik Milan di Serie A 2016/17.

Kampanye musim 2017/18 lalu, dengan 6 goal dan 7 umpannya, Suso jadi bintang paling baik Milan di Serie A. WhoScored memberikan Suso rating tujuh, 22, setingkat lebih tinggi dibanding-bandingkan teman-temannya.

Sepanjang bertahun-tahun terbaru, Milan telah 2 kali pindah pemilik dan 2-3 kali pindah juru tak-tik. Tapi Suso dengan cara konsisten makin menyatakan kehadirannya di tim Rossoneri. Ia telah jadi nyawa performa kesebelasan.

Suso mencatat 13 goal dan 17 umpan sepanjang dilatih Montella. Ia juga telah mencatat 8 goal dan 3 umpan di dalam 30 performa untuk Gennaro Gattuso, juru tak-tik Milan yang saat ini.

Pada 25 September 2017, Milan memberikan Suso pembaruan kesepakatan kontrak hingga 2022. Milan rupanya tidak bersedia kehilangan dirinya di dalam periode dekat.

Bintang Mengesankan – Sementara blog prediksi mengabarkan Suso pada umumnya dimainkan di sebelah kanan di dalam skema 3 bintang serang. Tapi, oleh Montella mau pun Gattuso, Suso diberikan lisensi dan kebebasan lebih untuk bergerak.

Suso di sebelah kanan bukanlah menjadi striker yang beroperasi di sektor sayap pada umumnya. Kala Milan tak tengah menguasai bola, ia memainkan peran kayak pemain sayap bayangan dan men-support mengerjakan pressing untuk menghalau rival membuat serangan dari belakang.

Tapi kala possession ada di tangan Milan, Suso menjadi ‘nomor 10’. Di dalam kondisi ini, pergerakan Suso menjadi setingkat lebih bervariasi. Ia dapat tetaplah di sebelah kanan dan menyisir sayap dengan dribelnya yang garang, namun jua dapat bergeser menuju central guna mendapat bola dan mengalirkannya menuju depan untuk para striker.

Ia merupakan bintang dengan kualitas mengesankan. Di samping ahli mengatur umpan, Suso jua piawai menyarangkan goal, khususnya dengan tendangan-tendangan jarah jauh dan free kick.

Milan cuma menebus €1, tiga juta untuk mendatangkannya dari Liverpool pada Januari 2015. Kini kabar terbaru dari situs Liga Champions mengatakan, nilainya telah melonjak tajam. Tarifnya sekarang ada di kisaran €35 juta hingga €40 juta, atau malahan dapat setingkat lebih expensive.

Ia merupakan bintang yang amat bernilai, terlampau bernilai buat dilepas.