Author: Ryan Odin

Emery Belum Lempar Handuk Kejar Tiket Liga Champions

No Comments
Emery Belum Lempar Handuk Kejar Tiket Liga Champions

Pelatih Arsenal, Unai Emery, mengakui frustrasi dengan kekalahan 1-3 dari Wolverhampton Wanderers, Rabu (24/4). Kendati demikian, Emery menyatakan jika The Gunners belum menyerah untuk berakhir di tempat 4-Besar klasemen penghujung Premier League kompetisi musim ini.

Bertandang menuju Molineux Stadium pada minggu ke-35, Arsenal terpaut tiga gol terlebih dahulu pada paruh perdana. Sampai pertandingan berakhir, The Gunners cuma bisa menyarangkan 1 goal via Sokratis Papastathopoulos di menit ke-30.

“Sebelum bertarung, kami paham ini bakal sukar sebab Wolverhampton main hebat, baik di dalam tinggal dan punya bintang-bintang ofensif yang amat cepat selama kompetisi musim ini. Organisasi penampilan mereka amat bagus dan sukar untuk menembusnya, ” tutur Unai Emery, sebagaimana ditulis BBC.

“Kami tampil amat bagus di dalam 25 menit awal dan mengontrol penampilan, namun tak punya sejumlah kans untuk menyarangkan goal, ” tutur lelaki dari Spanyol itu.

“Kami ngomong di ruang ganti kala jeda paruh pertama dan berupaya melihatnya menjadi pertandingan yang anyar. Kami merubah penampilan dan menyarangkan goal pada paruh ke 2. Kami dapat kecewa, namun Premier League merupakan mengenai konsistensi di dalam 38 pertandingan, ” katanya.

“Kami frustrasi hari ini, namun perlu mengingat bagaimana 3 bulan yang lalu. Kami dapat optimistis dan bangkit untuk memburu tempat empat besar, ” tutur Emery.

Hasil negatif dari Wolves mengancam kans Arsenal melaju menuju Liga Champions kampanye musim selanjutnya. The Gunners menduduki tempat ke 5 klasemen dengan 66 angka ataupun terpaut 1 poin dari Chelsea yang ada di 4-Besar.

Jurgen Klopp Bela Mohamed Salah dari Kritikus

No Comments
Auto Draft

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, membela strikernya, Mohamed Salah, yang mandul saat menghadapi Everton. Dia menganggap, bintang dari Mesir ini hanya kurang mujur.

Liverpool cuma bisa bermain seri 0-0 dengan tuan rumah Everton di laga lanjutan Liga Premier Inggris di Goodison Park, pada akhir pekan lalu. Di partai ini, Salah memang mendapat banyak kesempatan matang. Namun, tidak satu pun yang sukses jadi goal.

“Ini berat. Saat Kamu menyaksikan kondisi di iPad, Salah melakukan semuanya dengan benar serta kemudian di saat terakhir, keputusan, apabila Kamu menjadikannya seperdetik setingkat lebih awal, pemain bertahan lawan masih dapat berbuat blokir, ” tutur Klopp pada Soccerway.

“Kami punya kesempatan. Tak ada alasan untuknya guna memperoleh ataupun tak mengambilnya. Kamu seharusnya berduel melawan musuh serta pemain aku mengerjakannya. ”

“Di arena pertandingan, kadang-kadang, pemain aku bisa menyarangkan goal di dalam kondisi seperti itu, namun ini jua dapat meleset tipis. Di hari lainnya, Salah tentu dapat menceploskan bola. Begitulah adanya, ” Klopp melanjutkan.

Mohamed Salah memang akhir-akhir ini tidak begitu moncer. Dari 7 pertandingan terbaru, dia cuma bisa menyarangkan goal saat Liverpool menang 3-0 atas AFC Bournemouth.

Buruknya penampilan Salah jadi salah satu alasan Liverpool sekarang turun kembali menuju peringkat kedua klasemen Liga Premier Inggris. Mereka ditendang dari pucuk oleh Manchester City yang unggul 1 angka.

Maurizio Sarri Ungkapkan Permasalahan di Chelsea

No Comments
Maurizio Sarri Ungkapkan Permasalahan di Chelsea

Juru tak-tik Chelsea, Maurizio Sarri memperhitungkan timnya butuh mengatasi soal yang dihadapi kampanye musim ini secepat mungkin. Dia juga menduga masalah utama kesebelasannya merupakan tentang agresi serta determinasi di rumput hijau.

Sarri sedang jadi sorotan tentang beberapa kekalahan yang didapat Chelsea di dalam sepuluh laga terakhir di Liga Premier Inggris. Khususnya ketika menghadapi klub-klub elite Liga Premier Inggris.

The Blues tak bisa mendapatkan hasil melawan Tottenham Hotspur, Arsenal, Manchester City, serta terakhir Manchester United. Malahan, kekalahan telak 0-4 dari Bournemouth mulai meneror tempat Sarri selaku juru tak-tik.

Tentang rangkaian hasil negatif itu, Sarri membuat keluhan jadwal laga kesebelasannya. Anggapannya, tak mudah mengatasi masalah secara cepat sebab padatnya jadwal partai.

“Hal itu tak simpel sebab kami berlaga setiap 3 hari. Tak ada waktu, namun kami berupaya mengatasi masalah kami, ” tutur Sarri.

“Saya seharusnya berpikir perbaikan penampilan kesebelasan secepat mungkin. Pencapaian bukanlah segalanya. Pada laga terakhir kami tampil baik, terutama pada paruh pertama. Masalah kami kemungkinan soal agresi serta determinasi pemain di rumput hijau, ” jelasnya.

Chelsea bakal balik lagi main di pertandingan penentuan fase 32 besar Liga Europa vs Malmo. Laga itu bakal berjalan di Stamford Bridge, Kamis (21/2/2019) masa setempat ataupun Jumat dini hari WIB.

Dalam laga itu, The Blues cuma perlu bermain seri guna dapat memastikan melaju menuju fase 16 besar. Pada leg pertama mereka jua mengantongi keunggulan 2-1 atas di kamp Malmo.

Solari Tidak Ingin Beri Vinicius Tekanan di Madrid

No Comments
Solari Tidak Ingin Beri Vinicius Tekanan di Madrid

Juru tak-tik Real Madrid, Santiago Solari, tidak mau memberikan Vinicius Junior tekanan. Namun, dia mengakui bintang dari Brasil tersebut meningkat amat baik.

“Vinicius punya seluruh talenta serta ia membuktikannya di dalam pertandingan. Dia baru hadir ke sini musim ini, belum lama menginjak usia 18 tahun, serta buat meningkat di dalam waktu singkat tersedia banyak manfaat di dalam hal tersebut,” tutur Solari pada Soccerway.

“Namun, kami masih mesti menjaganya. Beban turnamen selalu lebih pada bintang berpengalaman, namun kami dapat bersemangat dengan bintang-bintang muda.”

Vinicius gabung Los Blancos di awal kampanye musim ini. Dia sempat jarang diturunkan oleh Julen Lopetegui serta malahan sempat didepak menuju kesebelasan Castilla. Di kesebelasan itu, Vinicius main cemerlang serta menyarangkan 4 goal di dalam 5 pertandingan.

Begitu Solari jadi juru tak-tik inti Madrid, Vinicius kembali naik kasta menuju kesebelasan inti. Pemain muda dari Brasil tersebut langsung unjuk gigi bersama sumbangan tiga gol serta 7 assist di dalam 14 laga.

“Kadang-kadang anak-anak mesti berkembang setingkat lebih cepat dari biasanya. Mereka membawa gairah pada team, didukung dengan bintang-bintang yang setingkat lebih berpengalaman. Tersedia beberapa wonderkid yang bermain ketika menghadapi Real Betis, namun buat setiap penggawa, tersedia Sergio Ramos ataupun Casemiro yang menyuport mereka,” tutur Solari.

Madrid sendiri sekarang ada pada urutan 4 klasemen La Liga. Los Blancos masih terpaut 10 angka dari Barcelona di puncak klasemen.

Shaqiri Bahagia Dapat Kembali menuju Liga Champions

No Comments

Pemain berposisi gelandang Liverpool, Xherdan Shaqiri, mengakui amat bahagia sebab akhirnya dapat balik lagi bertanding di Liga Champions kampanye musim ini. Dia amat senang bisa balik lagi ke Liga Champions usai tidak ikut serta selama beberapa tahun karena membela Stoke City.

Selama 3 musim memperkuat Stoke, Shaqiri terus tidak berhasil menuju ke turnamen Eropa. Malahan, musim kemarin upaya kerasnya tidak membuahkan apa pun sebab The Potters mesti turun kasta usai main jelek selama kampanye musim 2017-18.

“Saya merasa bahagia bisa kembali menuju Liga Champions. Aku terus mau berlaga di turnamen itu. Aku merasa senang sebab bisa ada pada level sekarang ini usai apa yang berlaku bareng Stoke musim kemarin. Aku punya impian buat mengangkat trofi bareng Liverpool,” kata Shaqiri dilansir melalui website resmi Liverpool.

Pada awal kampanye musim ini, bintang dari Swiss ini amat jarang mendapat menit berlaga dari Jurgen Klopp. Tapi, hal itu sekarang berubah. Klopp mulai mempercayainya buat berlaga menjadi opsi dari Mohamed Salah atau Sadio Mane pada sektor depan The Reds.

“Pada awalnya, aku berpikir sulit buat menyadari apakah yang dibutuhkan oleh manajer. Tapi, kini aku telah menyadari dan akan menginterpretasikannya di atas rumput hijau. Kini manajer mulai setingkat lebih rutin menurunkan Ku dan aku merasa amat bahagia,” cetus bintang 27 tahun tersebut.

Shaqiri adalah satu dari sekian banyak punggawa Bayern Munich yang sukses mengangkat trofi Liga Champions pada kampanye musim 2012-13 silam. Tapi, kurangnya menit bertanding yang dia dapatkan di Jerman menjadikannya mesti pindah ke Inter Milan serta lantas ke Stoke City.